off playgroup
Sebulan yang lalu kami memutuskan Sora perlu lebih banyak rangsangan sosial dengan bertemu lebih banyak teman sebaya. Karena itu kami mulai mencari playgroup yang sesuai, pilihan kami kemudian jatuh pada playgroup terdekat dari rumah kami ‘Talent Plus’ yang terletak di Bedok Community Center. Rentang usia anak-anak peserta playgroup mulai dari 18 bulan sampai 3 tahun rasanya cukup sesuai dengan kebutuhannya, karena ia perlu juga ‘model’ anak yang lebih tua.
Di umur 21 bulan, Sora masuk ke playgroup ini. Minggu pertama luar biasa senang, menikmati setiap jengkal ruangan dengan segala aksesorisnya. Berlarian kesana kemari ikut menari juga memimpin teman-temannya beragam polah, tidur di lantai dan pura-pura berenang.
Sempat saya sedikit merasa terpinggir, ia sama sekali tidak kehilangan. well, it’s a good thing right? Setiap pagi saat berangkat ia semangat, bekalnya habis. Kelas selama 2 jam memang cukup membuat Sora lelah, tidur siangnya jadi lebih panjang minggu itu.
Namun sampai minggu itu saja, minggu ke dua dan ketiga perjuangan membawanya ke playgroup. Ia mulai menolak mandi, ia mulai menangis saat ditinggal, dan terus menangis di kelas. Tadinya saya pikir, ia hanya mulai bosan dengan isi kelas. Saya mulai bimbang dan mengkaji ulang apa ini benar untuk Sora.
Dua minggu terakhir ia hanya beberapa kali masuk kelas, dan itupun berlangsung buruk, dengan dia manangis terus. Selama itu pun tampak gejala ia mulai stress. Kegiatan harian jadi perjuangan untuk kami, ia menolak mandi, ganti baju, tidur siang dan duduk di strollernya saat keluar rumah.
Dan ketika pola tidurnya mulai ikut terganggu, dengan ia mulai bangun tengah malam dan baru tidur pulas saat subuh, saya rasa itulah panggilan untuk kami mengeluarkannya dari playgroup.
Tujuan awal kami menyertakannya di playgroup tersebut ternyata tidak tercapai. Ia tidak senang dan tidak menikmati, jadi kami tidak punya alasan untuk memaksanya, toh ia masih muda dan kami memang sudah berkomitmen bahwa jika muncul reaksi yang tidak kami inginkan darinya akan langsung kami hentikan.
Tadinya memang terfikir sekalian saja saat ini ia ‘dipaksa’ menyesuaikan diri dengan ritme ‘bersekolah’. Tapi mungkin alasannya sesederhana bahwa ia belum siap. Bahwa ia (dan saya) belum siap mengatasi separation anxiety-nya (kami). Tiap ditanya “Do you want to go playgroup Sora?” dia akan jawab: “No, I want Mommy.” dan langsung memeluk saya.
Di titik ini saya cukup lega, kami masih bertindak cukup cepat dengan tidak membiarkan ini berlarut-larut. Total hari menangisnya masih lebih sedikit dari hari menyenangkannya. Mudah-mudahan ia bisa segera sembuh dari ‘luka’ ini.
Well, ketika nanti kami merasa dia butuh kelas semacam ini, kami akan lebih hati-hati lagi. Lagipula, saya masih cukup optimis bisa belajar bersamanya di rumah. Tapi toh nasi sudah menjadi bubur, kami akan tetap berusaha menjadi orang tua yang terus belajar dan dalam hal ini, menarik kembali keputusan ketika keputusan itu salah dan meminta maaf pada Sora.
*mungkin menyertakannya di kelas gym yang mengizinkan saya atau abahnya menemani lebih sesuai. hmm, ayo dipertimbangkan.
mommy nya sora, mungkin sora msh terlalu kecil ya, jd mudah bosan, nanti dicoba lg ajah kalo usianya sudah 3 thn misalnya.
jujur ajah aku suka kasian dgn anak2 msh balita bgt tp masuk playgroup, cuma ya memang dit4 kita tinggal rata2 begitu ya, hanya saja mungkin lbh baik kalo dimulai dari usia 3 thn. beda dgn di “kampung halaman” kita sana.
)
cayooo mommy sora. kiss utk sora ya
veggie
Thursday, May 20, 2010 at 3:04 pm